Ulangan Akhir Semester (UAS)
Nama : Farhan Tsaqif Athaya
NPM : 210104200075
Kelas : C
Semester : 1
Mata Kuliah : Dasar Penulisan Multimedia
Pembelajaran Daring bagi Mahasiswa
Saat ini, dengan meningkatnya jumlah kasus positif di masyarakat, dampak penyebaran virus corona semakin meningkat pesat. Sejak saat itu, pemerintah Republik Indonesia menginstruksikan untuk melakukan "Work from Home" (WFH) yang mewajibkan masyarakat bekerja jauh dari rumah untuk memutus rantai penularan virus corona. Banyak orang memberikan tanggapan yang baik, dan beberapa orang memberikan tanggapan yang buruk.
Salah satu suara tersebut datang dari para mahasiswa yang terkena dampak, yang harus terlibat dalam kegiatan belajar di rumah. Mahasiswa juga harus mengikuti instruksi pemerintah secara langsung untuk mencegah penyebaran virus corona. Akhirnya, berbagai alternatif metode pembelajaran telah diterapkan, yaitu pembelajaran online atau pembelajaran online.
Pada awal pelaksanaannya, banyak mahasiswa yang menanggapi dengan baik terhadap pembelajaran online, namun seiring berjalannya proses perkuliahan online, ternyata banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. Keadaan ini justru menurunkan kualitas belajar mahasiswa dan kualitas pengajaran dosen. "Menurut saya justru lebih sulit belajar dari rumah, karena ada banyak gangguan yang sifatnya kurang kondusif. Pikiran jadi buyar dan susah fokus. Walaupun lebih santai, sih." menurut seorang mahasiswa Universitas Multimedia Nasional bernama Kevin.
“Karena belajar daring, bukan hanya tugas lebih menumpuk, tapi juga banyak distraction saat sedang belajar. Kelas tatap muka punya feel yang beda, interaksi langsung itu cenderung mendukung proses pembelajaran,” ujar David, mahasiswa Universitas Indonesia soal hambatan pembelajaran online.
Berdasarkan pengalaman kedua mahasiswa tersebut, pandangan mereka cenderung memilih proses pembelajaran di kampus. Tentunya hal ini didasari dengan kesulitan yang dihadapi saat menggunakan metode pembelajaran online. Kebebasan yang diberikan justru mengganggu fokus para mahasiswa dari banyak pilihan. Psikolog Fiona Damanik juga mencoba memahami fenomena ini dari sudut pandang psikologis, psikolog tersebut saat ini bekerja di bagian Student Support di Universitas Multimedia Nusantara.
Menurut Fiona, distraction atau gangguan adalah salah satu kunci mengapa fokus sulit untuk dibangun. Salah satu faktor penyebanya bergantung pada faktor eksternal, faktor eksternal biasanya memiliki dua prinsip, yaitu prinsip kesenangan dan prinsip aturan. Prinsip kesenangan didasarkan pada keinginan untuk melakukan sesuatu yang disukai dan yang diminati. Karena jika menyukai temanya, akan dengan mudah dapat menetapkan fokus. Kedua, prinsip aturan, yang didasarkan pada kebutuhan untuk melakukan sesuatu karena persyaratan aturan memiliki konsekuensi. Prinsip ini juga dapat mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu dan mendorong konsentrasi.
Fiona memberi beberapa saran untuk mengatasi gangguan tersebut. “Jika ingin membangun fokus, kita harus tahu prinsip apa yang mendominasi kita. Apakah pinsip kesenangan atau prinsip aturan? Jika salah satu lebih dominan, kita bisa mencoba untuk menyeimbangkannya,” ujar Fiona. Ia mencontohkan, saya ingin belajar sambil makan, tapi saya tidak dapat berkonsentrasi. Kalau begitu jangan makan dulu, kamu bisa makan setelah belajar. Atau misalnya sebelum kelas online di pagi hari, Anda harus mandi lalu makan pagi agar perhatian Anda terbangun sesuai aturan yang kita ikuti.
Berdasarkan saran tersebut, sebagai mahasiswa, hendaknya mengetahui prinsip-prinsip yang harus diikuti ketika melakukan pembelajaran. Apakah itu prinsip kesenangan atau prinsip aturan. Jika sudah tahu, kita perlu berusaha menyeimbangkannya, dengan harapan kita bisa membangun fokus terutama dalam kegiatan belajar secara online.
Video penjelasan Fiona Danamik tentang masalah pembelajaran daring : https://www.youtube.com/watch?v=WZ2tZSNr4lc
Berikut adalah infografis dari Efektivitas mahasiswa terhadap pembelajaran online :



keren
ReplyDelete