Tugas 7
Kelas : C
|
Video
Visual |
Audio |
|
Two Shot (MS) : Kamera tepat menyorot kepada dua orang presenter yang
sedang menyampaikan berita dengan cara duduk di kursi depan meja dengan latar
studio. Presenter : Pram Sendjaya dan Salsabila Syaira |
[Backsound] Musik Instrumental iNews [Presenter] – ”Pemirsa mengaku tak punya model kampung halaman,
seorang pemuda di Balikpapan nekat berenang menggunakan galon air dari Teluk
Balikpapan. Bukannya sampai ke tempat tujuan, pria itu malah terombang ambing
di laut lepas. Bagaimana nasib pemuda tersebut? Berikut informasinya untuk
anda” |
|
EXT. Tempat kejadian terjadi MCU : Kamera menyorot seorang pemuda yang telah diselamatkan dari
laut lepas Presenter : Pram Sendjaya dan Salsabila Syaira |
[Presenter] – “Tak bisa menahan Kerinduan pada kampung halaman di
Malang Jawa Timur Dedi Purnomo Pemuda berusia 27 tahun ini nekat mengarungi
lautan bukan dengan menumpang kapal tetapi dengan mengikatkan sebilah kayu di
atas dua tabung galon air mineral bukannya sampai ke tujuan Dedi justru
terapung-apung di Teluk Balikpapan selama berjam-jam beruntung warga sekitar
melihat dan melapor ke polisi. Ia pun diselamatkan dan dibawa ke dermaga di
hadapan polisi yang mengaku nekat merakit kapal dari galon karena tidak punya
biaya untuk pulang kampung. |
|
EXT. Tempat narasumber berada MCU : Kamera menyorot tepat
depan narasumber saat menjelaskan mengapa ia nekat berenang menggunakan galon
air ke kampung halamannya. NAR : Dedik Purnomo (Pemudik) |
[NAR] – “Lain kali daripada saya mencuri yaitu nanti masalah nyampe
atau enggaknya apa Ya allahualam sepertinya enggak ada biaya gua beli
darimana kalau dari keterangannya dia ingin pulang kampung ke Malang cuman
enggak ada biaya gitu” |
|
EXT. Tempat Narasumber berada MCU : Kamera menyorot tepat depan narasumber saat menjelaskan
bagaimana kronologis peristiwa tersebut. NAR : AKP Retno Ariani |
[NAR] – “Kalo dari keterangannya dia ingin pulang ke kampung di
Malang, cuman ga ada biaya. Jadi dia bikin balon itu barangnya diambil dari
rumahnya, dia rakit sendiri dia rakit di dermaga angkatan laut itu dia
berharap bisa nyampe ke malang” |
|
EXT. Tempat kejadian terjadi MCU : Kamera menyorot seorang
pemuda yang dibantu oleh polisi setempat untuk menuju kampung halamannya. Presenter : Pram Sendjaya dan Salsabila Syaira |
[Presenter] – “Mimpi Dede menuju kampung halaman dengan nyaman segera
terwujud polisi setempat berencana membantu kepulangan pria itu dengan
persetujuan dari pihak keluarga dari Balikpapan Kalimantan Timur Mukmin Aziz
news melaporkan. |
|
INT. Studio iNews Siang MS : Kamera tepat menyorot kepada presenter yang sedang menyampaikan
berita dengan cara duduk di kursi depan meja dengan latar studio. Presenter : Pram Sendjaya dan Salsabila Syaira |
[Presenter] – “Sejumlah warga pantura Indramayu Jawa Barat
mengabaikan keselamatan mereka dengan mengais uang koin yang dilempar
pengendara di Jalan Raya. Aktivitas berbahaya tersebut menyebabkan kemacetan
bahkan berpotensi pemicu kecelakaan.” |
|
EXT. Tempat kejadian terjadi MCU : Kamera menyorot kondisi warga di jalan raya yang mengais uang
koin dari pengendara. Presenter : Pram Sendjaya dan Salsabila Syaira |
[Presenter] – “Sejumlah warga di jalur Pantura Sukra Kabupaten
Indramayu Jawa Barat bertaruh nyawa mengais uang koin dari jalan raya
pengendara kerap melempar uang koin ke jalanan di sekitar Jembatan Kali Sewo
dengan bermodal sapu orang dewasa hingga anak-anak mengabaikan keselamatan
mereka untuk mengambil koin yang dilempar ke atas. Hal itu dalam sehari para
pengais koin mengumpulkan uang sebesar Rp30.000 hingga Rp50.000” |
|
EXT. Tempat narasumber berada MCU : Kamera menyorot tepat depan narasumber NAR : Sumiyati |
[NAR] – “Takut mah takut sih, tapi butuh buat jajan. Tiap hari,
berangkat jam 12, pulang jam setengah 5 |
|
EXT. Tempat kejadian terjadi MCU : Kamera menyorot warga di jalan raya yang mengais uang koin dari
pengendara. Presenter : Pram Sendjaya dan Salsabila Syaira |
[Presenter] – “Aktivitas mengais koin di jalur Pantura selain
mengganggu lalu lintas juga berpotensi menyebabkan kecelakaan meski
seringkali dilarang warga tetap nekat kembali mengumpulkan koin koin dari
jalanan. Dari Indramayu Jawa Barat toiskandar news melaporkan. |
|
INT. Studio iNews Siang MS : Kamera tepat menyorot kepada presenter yang sedang menyampaikan
berita dengan cara duduk di kursi depan meja dengan latar studio. Presenter : Pram Sendjaya dan Salsabila Syaira |
[Presenter] – “Tidak lama lagi, Jakarta segera dipercantik dengan
atap rumah warna-warni. Atap rumah yang dicat tersebut berada di kawasan
Lenteng Agung Jagakarsa Jakarta Selatan.” |
|
EXT. Tempat kejadian terjadi MCU : Kamera menyorot para warga yang sedang mengecat rumah. Presenter : Pram Sendjaya dan Salsabila Syaira |
[Presenter] – “Pengecatan atau pemukiman warga di kawasan Lenteng Agung Jagakarsa Jakarta
Selatan kini telah mencapai 193 rumah warga, berbagai warna dan tematik
menarik menghiasi atap-atap rumah yang berada di sekitar jalan layang tapal
kuda ini pengecatan atap rumah dilakukan berdasarkan arahan Gubernur DKI
Jakarta Anies Baswedan untuk memperindah kawasan pemukiman warga yang ada di
jalan layang Tapal” |
|
INT. Studio iNews Siang MS : Kamera tepat menyorot kepada presenter yang sedang menyampaikan
berita dengan cara duduk di kursi depan meja dengan latar studio. Presenter : Pram Sendjaya dan Salsabila Syaira |
[Presenter] – “Tak mau ketinggalan dengan warga daerah lain, Warga
Jakarta menciptakan kampung warna-warni yang terletak di kelurahan Lenteng
Agung. Seru sekali kayaknya kita lihat keindahannya disana, ada Baby Kristami
yang sudah ada disana. Baby kapan diperkirakan akan selesai pengecatan
terhadap rumah warga? |
|
EXT. Tempat reporter berada REP : Baby Kristami (Tim News) NAR : Bapak Bayu (Lurah Lenteng Agung) |
[REP] – “Selamat Siang, memang ini menarik sekali ada pemutihan warga
di dekat flyover Tapal Kuda tepatnya di kelurahan Lenteng Agung Jagakarsa
Jakarta Selatan, yang ratusan atap rumah keluarganya dicat warna-warni dengan
berbagai variasi tematik menarik, dan pemirsa untuk saat ini sudah ada 193
rumah dan nantinya di pengerjaannya akan rampung di akhir Desember 2020
pengerjaan yang ini sudah dimulai dari tanggal 1 Desember lalu dan memang
pemita ini dikerjakan setiap harinya dengan bantuan penanganan sarana dan
prasarana Jakarta Selatan dari jam 8 pagi sampai dengan jam 5.30 Waktu
Indonesia Barat. Untuk lebih lengkapnya sudah ada bersama dengan kami Bapak
Bayu selaku lurah Lenteng Agung. Selamat siang Bapak bisa jelaskan bagaimana
progres untuk penanganan pengecatan atap keluarganya dengan warna-warni
Jelaskan juga tujuannya nantinya apa Pak?” [NAR] – “Sampai saat ini kita sudah merampungkan 88 atap rumah ya
dari rencana kita 93 rumah yang terdata dan ini sudah hampir ya tiga puluh
tiga puluh lima persen yang sudah dirampungkan dan ini temanya untuk di RW 1
ini tema tentang flower bunga aja dia. Jadi ada beberapa tema jadi nanti di
RW 5 itu temanya ondel-ondel, di seberang nanti temanya ornamen tradisional
gitu kan [REP] – “Jika sudah rampung 100%, ini kan acaranya akan rampung pada
akhir Desember ya Pak ya tujuannya untuk apa Pak?” [NAR] – “Ya memang timeline nya kita kita sampai akhir Desember ya
cuman kita tergantung cuaca juga, jadi ya mudah-mudahan bisa selesai di akhir
Desember, nah ini tujuannya memang ini keinginan di Bapak Gubernur Bapak
Anies Baswedan untuk menjadikan apa kawasan Lenteng Agung sekitar flyover Tapal
ini memberikan suatu warna yang baru . Jadi bisa juga menjadi destinasi
wisata dan ini memang dilihatnya bisa kalau nanti jpo sudah jadi mbak ya jpo
nya itu berbeda dengan jpo-jpo yang lain jadi dengan yang lebih instagramable
lah.” [REP] – “Ini kan merupakan arahan juga dari gubernur DKI Jakarta Anies
Baswedan Pak, untuk pengadaan material dan juga catnya ini apakah ada dari anggaran
pemprov atau bagaimana Pak?” [NAR] – “Jadi ini murni kolaborasi dengan CSR Mbak, tidak ada
anggaran dari APBD, ini murni kita bekerjasama dengan CSR yaitu PT Propan
jadi PT Propan menyiapkan semua peralatan pengecatan maupun juga sempat kita
pekerja ini ppsu dilatih oleh PT Propan selama dua hari sebelum melaksanakan
pengecatan.” [REP] – “Terima kasih banyak Pak Bayu untuk waktunya bersama dengan
kami. Ya pemirsa memang diketahui ini merupakan bentuk program CSR dari PT
Propan Indonesia juga didukung oleh Pemprov DKI Jakarta, berkerja sama juga
dengan dewan Kesenian Jakarta lalu juga ppsu Jakarta Selatan ini Rencananya
akan rampung pada akhir Desember mungkin kalau dilihat dari layer kaca anda
pemirsa tidak terlalu terlihat warna-warni atapnya namun hasil pantauan drone
tim liputan kami dapat terlihat keestetikan nya dari pantauan drone tim
liputan kami. |
Comments
Post a Comment